Manchester United belum dapat disebut sebagai calon pasti penghuni Championship, tetapi ancaman degradasi kini bukan lagi bahan lelucon semata. Kekalahan 0-2 dari Chelsea pada Sabtu membuat tim asuhan Michael Carrick berada di posisi ke-17 Premier League dengan tujuh poin dari sembilan pertandingan. Untuk klub dengan proyeksi pendapatan lebih dari £700 juta musim ini, kedudukan tersebut menjadi alarm keras tentang betapa buruknya situasi di Old Trafford.
Statistik Manchester United Memunculkan Alarm Degradasi
United hanya memenangi satu pertandingan liga musim ini, yakni ketika bangkit untuk mengalahkan Ipswich di kandang pada Agustus. Mereka juga sudah melalui sembilan laga di seluruh kompetisi tanpa kemenangan. Itu merupakan rangkaian terburuk klub sejak musim 1988-89. Terakhir kali United menjalani periode tanpa kemenangan yang lebih panjang terjadi pada September 1984, ketika catatan tersebut mencapai 10 pertandingan.
Perolehan tujuh poin dari sembilan laga juga menggambarkan masalah secara lebih tajam. Apabila laju itu berlanjut sepanjang musim, United bahkan tidak akan mencapai 30 poin. Sebagai pembanding historis, West Ham yang diperkuat Carrick ketika masih menjadi pemain terdegradasi pada 2002-03 dengan 42 poin. Jumlah tersebut tetap menjadi perolehan tertinggi tim yang turun kasta dalam format Premier League 38 pertandingan.
United terakhir terdegradasi hampir enam dekade lalu. Mereka juga tidak pernah berada di zona degradasi setelah memainkan sembilan pertandingan atau lebih sejak November 1986. Posisi terendah mereka pada tahap serupa setelah periode itu adalah urutan ke-17 pada 1989-90—tempat yang kembali ditempati sekarang, terbantu oleh kegagalan tim-tim lain meraih hasil lebih baik pada Sabtu.
Michael Carrick Memilih Melihat Peluang untuk Bangkit
Carrick tidak menyangkal bahwa kemenangan menjadi satu-satunya jalan keluar. Seusai kalah dari Chelsea, ia menegaskan bahwa timnya harus terus bergerak maju dan mulai memenangi pertandingan. Ketika ditanya tentang perubahan mentalitas yang diperlukan dalam perjuangan di papan bawah, Carrick memilih menyoroti betapa cepat posisi United dapat membaik jika hasil positif segera datang.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Carrick, bukan jaminan bahwa kebangkitan akan terjadi. Fakta di lapangan menunjukkan banyak pemain masih harus meningkatkan performa. Lisandro Martinez bahkan dipastikan absen melawan Aston Villa karena skorsing setelah menerima kartu merah saat menghadapi Chelsea. Mantan ofisial final Piala Dunia Darren Cann menyebut tindakan yang berujung kartu merah itu “tidak dapat dijelaskan” dalam analisisnya untuk BBC Sport.
Pertandingan melawan Villa di Old Trafford pada 8 November akan menjadi ujian berikutnya. Sesudah itu, tujuh laga United mencakup kunjungan ke markas Liverpool, Newcastle, dan Arsenal. Kombinasi performa buruk serta rangkaian lawan berat membuat kebutuhan meraih poin terasa semakin mendesak.
Masa Depan Carrick dan Martinez Belum Pasti
Belum ada pengumuman mengenai masa depan Carrick. Sebelum kekalahan dari Chelsea, ekspektasinya adalah ia masih memimpin tim dalam pertandingan Liga Champions melawan Roma pada Selasa. Namun, keadaan yang tidak biasa ini membuat langkah klub berikutnya sulit dipastikan. Dengan demikian, setiap pembicaraan tentang pergantian pelatih masih harus diperlakukan sebagai spekulasi, bukan keputusan resmi.
Ketidakpastian juga menyelimuti masa depan Martinez. Kontrak bek Argentina itu berakhir pada musim panas, sementara riwayat cederanya yang tidak konsisten sudah menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakan mengaktifkan klausul perpanjangan satu musim. Meski demikian, ia paling cepat baru dapat meninggalkan klub pada Januari. Belum ada kepastian dalam bahan sumber bahwa transfer tersebut akan berlangsung.
Degradasi Bisa Mengguncang Keuangan dan Rencana Stadion
Secara penilaian, degradasi United masih dianggap sangat tidak mungkin. Pengalaman musim 2024-25 menunjukkan posisi rendah tidak selalu berarti bahaya nyata: mereka berada di urutan ke-16 setelah 37 laga, tetapi tetap unggul 14 poin atas Leicester di posisi ketiga dari bawah. Tottenham juga membuktikan bahwa klub besar dapat benar-benar terseret, setelah berada di posisi ke-18 dan tertinggal dua poin dari West Ham ketika musim lalu menyisakan empat pertandingan.
Jika skenario terburuk terjadi, dampaknya berpotensi luas. Perhitungan blogger finansial sepak bola Paul Quinn pada Mei memperkirakan Tottenham dapat kehilangan pendapatan absolut sebesar £197 juta hingga £235 juta apabila terdegradasi. Angka itu bukan estimasi khusus untuk United, tetapi memberi gambaran mengenai skala risiko. Sebagai salah satu penerima pendapatan televisi terbesar, kehilangan United tidak akan tertutup oleh pembayaran parasut.
Klub juga memiliki utang senilai £1,15 miliar yang terdiri atas obligasi yang dinegosiasikan ulang pada Juni dengan bunga lebih tinggi, fasilitas kredit bergulir, serta pembayaran biaya transfer yang belum diselesaikan. Pada saat bersamaan, United akan memulai konsultasi dengan suporter sebelum memfinalisasi rencana stadion baru yang dijadwalkan diajukan pada akhir 2027 atau awal 2028. Suporter kembali menyuarakan penolakan terhadap stadion baru ketika tim kalah di Stamford Bridge.
Karena musim baru berjalan sembilan pertandingan, terlalu dini menyimpulkan United akan terdegradasi. Namun, posisi ke-17, satu kemenangan liga, dan sembilan laga tanpa hasil positif merupakan fakta yang cukup untuk mengubah pembicaraan. Sebelum membahas ambisi kembali ke papan atas, prioritas paling mendesak Carrick adalah menghentikan kemerosotan dan menciptakan jarak aman dari tiga terbawah.
Sumber
BBC Sport — Manchester United: Are Old Trafford club really heading for a relegation scrap?
Shop Premium Football Kits
🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com
⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com















