Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan posisinya tetap kuat menjelang pemilihan pada Maret 2027, meski polemik FIFA Forward Enterprise (FFE) belum sepenuhnya mereda. Dalam wawancara dengan BBC Sport, ia mengklaim memperoleh dukungan dari sebagian besar komunitas sepak bola dunia. Namun, pertanyaan tentang transparansi proposal FFE dan hubungannya dengan sejumlah konfederasi masih membayangi kepemimpinannya.
Pernyataan itu disampaikan sekitar dua bulan setelah Infantino menghadapi desakan untuk mundur dari jabatan yang dipegangnya sejak 2016. Ia bahkan tertawa ketika ditanya apakah pernah mempertimbangkan pengunduran diri. Sebagai dasar legitimasi, Infantino menunjuk proses demokratis FIFA dan suara 211 asosiasi anggota yang menentukan siapa presidennya.
Dukungan Asia dan Afrika Menguatkan Posisi Infantino
Infantino mengatakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memberikan dukungan penuh kepadanya. Perubahan sikap Presiden AFC Sheikh Salman menjadi salah satu perkembangan penting setelah sebelumnya muncul kritik keras terhadap kepemimpinan FIFA. Infantino juga menyatakan seluruh negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika mendukungnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, ia melakukan perjalanan ke Maroko, Republik Dominika, Cape Verde, dan Jepang. Rangkaian kunjungan tersebut membantu memperkuat dukungan politiknya. BBC Sport menilai terpilihnya kembali Infantino untuk masa jabatan keempat tahun depan kini terlihat sangat mungkin, tetapi hal itu merupakan penilaian atas situasi terkini, bukan hasil pemilihan yang sudah ditetapkan.
Batas waktu bagi kandidat lain untuk mengonfirmasi pencalonan adalah 18 November. Sampai artikel sumber diterbitkan, belum ada penantang yang mendaftarkan diri. Karena itu, terdapat kemungkinan Infantino maju tanpa lawan, meskipun kepastian baru akan terlihat setelah tenggat pencalonan terlewati.
Polemik FFE dan Tuntutan Dokumen dari UEFA
Akar kontroversi berada pada proposal FIFA Forward Enterprise. Melalui skema tersebut, sebagian hak komersial dari kompetisi yang dikelola FIFA direncanakan dijual kepada perusahaan investasi swasta. Infantino membatalkan proposal itu hanya dalam hitungan hari, tetapi keputusan tersebut tidak langsung menghentikan kritik terhadap cara FIFA berkomunikasi dan berkonsultasi.
Pimpinan UEFA, AFC, serta Concacaf sebelumnya menandatangani surat yang menuduh Infantino merusak kepercayaan melalui tindakan yang mereka sebut sebagai penipuan. UEFA kemudian meminta FIFA menyerahkan seluruh dokumen penting mengenai FFE paling lambat 2 November. Sekretaris Jenderal UEFA Theodore Theodoridis menilai masih ada sejumlah pertanyaan mendasar yang belum dijawab.
Infantino telah meminta maaf kepada Dewan FIFA atas komunikasi dan konsultasi terkait FFE. Namun, anggota dewan juga memperingatkan bahwa ia tidak layak memimpin FIFA apabila dokumen yang diminta, termasuk alasan di balik proposal tersebut, tidak diberikan. Ketika ditanya kapan berkas itu akan diserahkan, Infantino tidak memberikan jadwal yang tegas. Ia hanya menyebut FIFA harus mengikuti proses hukum dan sedang mengerjakannya.
Dialog dengan UEFA Jadi Ujian Transparansi FIFA
Infantino mengakui FIFA perlu lebih sering berdialog dengan UEFA untuk memperbaiki hubungan yang merenggang. Ia menggambarkan perbedaan pendapat sebagai sesuatu yang wajar dalam organisasi global, lalu menekankan perlunya semua pihak bergerak maju setelah menyampaikan pandangan masing-masing.
Menurut Infantino, dirinya dan jajaran administrasi FIFA telah berusaha bekerja sebaik mungkin, walaupun ia mengakui ada sejumlah hal yang mungkin dilakukan dengan kurang baik. Pernyataan tersebut memperlihatkan dua sisi responsnya: mempertahankan legitimasi berdasarkan dukungan asosiasi anggota, sekaligus mengakui adanya kekurangan dalam pengelolaan polemik FFE.
Ia juga mengusulkan tambahan dana sebesar 3,4 miliar dolar AS, atau sekitar 2,6 miliar pound sterling, untuk pembangunan sepak bola di seluruh dunia. Proposal pendanaan itu menjadi bagian penting dari konteks dukungan anggota, tetapi bahan sumber tidak menyatakan adanya hubungan langsung antara usulan tersebut dan sikap setiap konfederasi.
Panggung Piala Dunia U-15 di Azerbaijan
Wawancara berlangsung saat Infantino menghadiri Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA pertama di Azerbaijan. Ajang tersebut melibatkan tim dari 189 asosiasi anggota, termasuk Inggris, Spanyol, Prancis, Argentina, dan Brasil. Rusia juga mengirimkan tim, menandai penampilan pertamanya dalam turnamen yang disahkan FIFA sejak FIFA dan UEFA menangguhkan tim-tim Rusia dari kompetisi internasional pada Februari 2022 setelah invasi ke Ukraina.
Edisi perdana ini hanya diikuti tim putra, sementara turnamen tahun depan direncanakan khusus untuk putri. Mulai 2028, FIFA berencana menggelar kompetisi putra dan putri setiap tahun. Pertandingan menggunakan format delapan lawan delapan di lapangan yang lebih kecil, dengan dua babak masing-masing berdurasi 20 menit.
Infantino memandang turnamen usia muda itu sebagai sarana mempertemukan dunia sejak dini. Meski agenda tersebut menonjolkan visi pembangunan global FIFA, tantangan politik yang dihadapinya tetap jelas. Dukungan Asia dan Afrika memperbesar peluangnya bertahan, sedangkan permintaan dokumen FFE akan menguji apakah klaim keterbukaan FIFA dapat dibuktikan melalui tindakan nyata.
Sumber
BBC Sport: Gianni Infantino says he is backed by “vast majority” in world football
Shop Premium Football Kits
🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com
⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com



















