Image

Jeda Internasional Tiga Pekan Menguji Carrick, Arbeloa, dan Manajer Inggris

Jeda internasional selama tiga pekan menghadirkan ujian psikologis bagi sejumlah pelatih di Inggris. Michael Carrick bersama Manchester United dan Alvaro Arbeloa di Fulham menjadi dua nama yang paling disorot menjelang pertemuan kedua klub di Craven Cottage. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki suasana sebelum kompetisi berhenti dan evaluasi internal berpotensi berlangsung lebih panjang.

Tekanan ini tidak otomatis berarti pemecatan akan terjadi. Catatan satu dekade terakhir justru menunjukkan klub-klub Premier League jarang mengganti pelatih pada jeda internasional awal musim. Namun, hasil buruk sebelum masa rehat dapat memperbesar spekulasi, memberi waktu kepada petinggi klub untuk menilai pilihan, dan membuat laga pertama setelah jeda terasa semakin menentukan.

Manchester United membutuhkan respons di Craven Cottage

Carrick memasuki pertandingan melawan Fulham setelah Manchester United tersingkir dari Piala Liga Inggris akibat kekalahan 3-2 dari Brighton. United sebelumnya unggul dua gol di kandang, tetapi akhirnya kalah. Menurut catatan dalam laporan BBC Sport, itu menjadi kejadian pertama sejak kekalahan 3-2 dari Tottenham pada 1976 ketika United menyia-nyiakan keunggulan dua gol di kandang hingga berujung kekalahan.

Hasil tersebut mengikuti kekalahan 1-0 dari Manchester City yang bermain dengan 10 orang. Sementara itu, dua kemenangan United musim ini hanya diperoleh atas Ipswich Town dan Sabah. Rangkaian itu menjelaskan mengapa Carrick membutuhkan hasil positif, walaupun laga di Craven Cottage belum layak dipandang sebagai penentu langsung nasibnya.

Carrick menilai anggapan bahwa pertandingan tersebut menentukan pekerjaannya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Tony Pulis juga berpendapat sang pelatih masih memiliki modal kepercayaan setelah membawa United lolos ke Liga Champions pada musim lalu. Meski demikian, kekalahan dari Fulham—tim juru kunci yang baru mengumpulkan satu poin—akan memicu pemeriksaan eksternal lebih tajam sebelum United kembali menghadapi Tottenham pada 10 Oktober.

Jeda Internasional Tiga Pekan Menguji Carrick, Arbeloa, dan Manajer Inggris
Sumber foto: BBC Sport

Alvaro Arbeloa menghadapi persoalan hasil dan adaptasi

Situasi Arbeloa tidak kalah rumit. Pelatih yang ditunjuk Fulham pada musim panas itu belum meraih kemenangan dan sudah menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan Premier League pertamanya. Pengalamannya sebagai pelatih utama juga masih terbatas karena sebelumnya ia hanya menangani 28 pertandingan bersama Real Madrid pada paruh kedua musim lalu.

Selain hasil, muncul spekulasi mengenai ketidakpuasan sebagian pemain Fulham berdasarkan aktivitas mereka di media sosial. Laporan BBC menyebut ada indikasi bahwa kabar tersebut memiliki dasar, tetapi tingkat ancaman terhadap posisi Arbeloa belum jelas. Karena itu, isu ini tetap harus diperlakukan sebagai laporan mengenai suasana internal, bukan kepastian adanya konflik terbuka.

Perubahan taktik yang cukup besar sejak Arbeloa menggantikan Marco Silva dinilai membuat pertahanan Fulham lebih rentan. Namun, hasil imbang tanpa gol di kandang Liverpool pada akhir pekan sebelumnya menunjukkan perbaikan dalam organisasi bertahan. Faktor lain yang dapat memengaruhi penilaian ialah rekam jejak pemilik Shahid Khan, yang pernah memberhentikan Claudio Ranieri setelah 106 hari serta memecat Felix Magath pada September 2014.

Data pemecatan tidak mendukung kepanikan dini

Dalam 10 tahun terakhir, hanya dua pelatih Premier League yang meninggalkan jabatannya pada jeda internasional September: Javi Gracia di Watford pada 2019 dan Nuno Espirito Santo di Nottingham Forest pada tahun lalu. Pada jeda Oktober, hanya Francesco Guidolin bersama Swansea pada 2016 dan Xisco Munoz di Watford pada 2021 yang mengalami nasib serupa.

November justru menjadi periode yang lebih rawan, dengan enam pergantian pelatih dalam 10 tahun terakhir. Meski begitu, sembilan pelatih pada 10 musim terakhir sudah meninggalkan pekerjaan mereka sebelum jeda internasional kedua jika tolok ukurnya adalah jumlah pertandingan. Musim ini belum ada pergantian pelatih Premier League, sehingga masa rehat yang lebih panjang dan datang lebih lambat tersebut menyediakan ruang evaluasi yang tidak biasa.

Pulis menilai jeda September terlalu dini untuk dianggap sebagai tanda bahaya utama. Berdasarkan pengalamannya, periode Oktober-November, masa setelah Natal, dan awal Maret lebih sering menjadi titik rawan. Alasannya sederhana: penghentian kompetisi memberi pelatih baru kesempatan mengenali staf, pemain, lingkungan klub, dan menyiapkan pertandingan pertama.

Tekanan juga menyebar ke Tottenham, Palace, dan Championship

Tottenham belum memenangi pertandingan Premier League dari lima laga meski membelanjakan sekitar £300 juta untuk pemain baru. Akan tetapi, belum ada indikasi Roberto de Zerbi berada di bawah tekanan. Penilaian terhadap perkembangan cara bermain masih positif, walaupun hasil perlu segera mengikuti.

Di Crystal Palace, Pierre Sage baru mencatat satu kemenangan liga dan pertahanannya menjadi perhatian sejak ia datang dari Lens. Absennya Ismaila Sarr dan Jean-Philippe Mateta karena sejumlah alasan memberi konteks bagi hasil tersebut. Kemenangan 4-0 atas Lech Poznan di Liga Europa telah mengurangi tekanan, tetapi hasil buruk berikutnya dapat menghidupkannya kembali.

Situasi lebih genting terlihat di Championship. Burnley belum menang dalam delapan pertandingan dan berada di dasar klasemen setelah Derby County menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu untuk menghasilkan skor 1-1. Nicky Hayen telah mengakui dirinya berada dalam tekanan. John Eustace di Derby juga belum aman karena klubnya berada di zona degradasi.

Watford pun kembali menjadi klub yang patut diperhatikan. Alessio Dionisi adalah pelatih permanen ke-27 mereka dalam waktu kurang dari 18 tahun. Dua kemenangan dalam delapan laga serta posisi ke-19, hanya tiga poin di atas zona degradasi, membuat kemungkinan perubahan dini tidak dapat dikesampingkan. Dengan demikian, jeda ini mungkin bukan pemicu otomatis pemecatan, tetapi cukup panjang untuk mengubah hasil buruk menjadi perdebatan serius di ruang pengambil keputusan.

Sumber

BBC Sport: International break: Will the three-week interlude put more pressure on managers?

Shop Premium Football Kits

🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com

⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com

Releated Posts

Chelsea Tanpa Joao Pedro Kehilangan Daya Ledak, Masalah Pertahanan Xabi Alonso Makin Mendesak

Kekalahan 3-0 dari Brentford menunjukkan betapa pentingnya Joao Pedro bagi serangan Chelsea, tetapi persoalan terbesar Xabi Alonso tetap…

Manchester United 2-3 Brighton: Rekor 50 Tahun Runtuh, Michael Carrick Hadapi Ujian Besar

Manchester United tersingkir dari Carabao Cup setelah menyia-nyiakan keunggulan 2-0 atas Brighton. Kekalahan bersejarah ini memperbesar sorotan terhadap…

Enzo Maresca Bela Performa Manchester City di Tengah Polemik VAR Derbi Manchester

Enzo Maresca menilai polemik gol Erling Haaland telah mengaburkan performa Manchester City saat menang 1-0 atas Manchester United…

Manchester United Tersandung Lagi, Michael Carrick Dihadapkan pada Ujian Taktik dan Kedalaman Skuad

Start Manchester United yang belum meyakinkan menyoroti kesulitan membongkar pertahanan rapat, terbatasnya dampak rekrutan baru, dan ketergantungan kepada…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *