Manchester United kembali memasuki periode evaluasi setelah kalah 0-1 dari Manchester City di Old Trafford. Hasil itu bukan sekadar membuat tim asuhan Michael Carrick mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan pembuka Premier League, tetapi juga memperlihatkan persoalan lama: United belum cukup tajam ketika harus menguasai permainan dan membongkar lawan yang bertahan rapat.
Perdebatan setelah derbi memang turut dipengaruhi pengakuan Pro Ref bahwa terdapat “kesalahan penilaian” berkaitan dengan gol kemenangan Erling Haaland. Namun, pemeriksaan internal di Carrington diperkirakan tidak akan berhenti pada keputusan tersebut. Performa United, strategi transfer, pilihan pemain, pergantian, dan pendekatan Carrick menjadi bagian dari evaluasi yang lebih luas.
Manchester United Kesulitan Menghadapi Sepuluh Pemain
Kekalahan ini menjadi kali ketiga dalam waktu kurang dari 10 bulan United ditundukkan lawan yang sudah kehilangan satu pemain sebelum turun minum. Phil Foden menerima kartu merah dalam laga tersebut, tetapi keunggulan jumlah pemain tidak dapat dimanfaatkan tuan rumah.
Pelatih baru City, Enzo Maresca, mengakui kartu merah itu menyulitkan timnya. Di sisi lain, ia melihat perubahan bentuk permainan justru dapat mengurangi kekuatan utama United. City turun lebih dalam, menjaga organisasi, dan menutup ruang di belakang pertahanan. Dengan begitu, United tidak mendapatkan situasi transisi yang mereka sukai.
Penjelasan Maresca mengarah pada persoalan taktik yang lebih mendasar. United telah lama terlihat lebih nyaman memainkan sepak bola serangan balik. Sejak era Jose Mourinho, sejumlah pelatih berikutnya—termasuk Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim—berusaha mengembangkan kemampuan tim dalam mendominasi lawan, tetapi perubahan tersebut belum benar-benar tuntas.
Carrick, yang semasa bermain dikenal nyaman mengendalikan dan menjaga bola, kemungkinan menginginkan karakter serupa dari timnya. Akan tetapi, penguasaan bola tidak otomatis menghasilkan peluang. United masih harus membuktikan bahwa mereka memiliki visi, keterampilan, dan pola serangan untuk membuka pertahanan yang disiplin.
Belanja £155 Juta Belum Memberikan Dampak Maksimal
Strategi perekrutan United pada musim panas dipusatkan di lini tengah, dengan pengeluaran keseluruhan mencapai £155 juta. Sejauh ini, dampak investasi tersebut masih terbatas. Youri Tielemans menjadi satu-satunya pemain baru yang tampil dalam kekalahan dari City, tetapi ia belum mencapai performa terbaiknya.
Carlos Baleba masih menunggu debut, sedangkan Andrey Santos tidak lagi menjadi starter setelah pertandingan pembuka melawan Hull. Ia bahkan tidak dimainkan menghadapi City. Kondisi itu membuat pembaruan lini tengah belum memberikan perubahan langsung seperti yang mungkin diharapkan klub.
Masalah kedalaman juga muncul di posisi lain. Rangkaian 41 penampilan beruntun Luke Shaw sebagai starter di Premier League berakhir, sementara United tidak mendatangkan pelapis baru di bek kiri seperti yang diperkirakan banyak pengamat. Menjelang akhir derbi, Carrick memasukkan Joshua Zirkzee untuk menggantikan Marcus Rashford. Penyerang Belanda yang tersedia untuk ditransfer sepanjang musim panas itu menjadi satu dari hanya dua pemain pengganti United, sebuah gambaran bahwa opsi skuad belum berada pada tingkat yang dibutuhkan.
Ketergantungan kepada Bruno Fernandes Perlu Dikelola
Bruno Fernandes tetap menjadi figur sentral. Kapten United tersebut merupakan satu-satunya pemain nonkiper yang bermain pada setiap menit dalam lima pertandingan pertama klub musim ini. Setelah mencetak sembilan gol dan membukukan rekor Premier League berupa 22 assist pada musim lalu, ia memenangi penghargaan Pemain Terbaik versi PFA dan Football Writers.
Musim ini Fernandes sudah menghasilkan tiga gol dan satu assist. Catatan golnya tetap positif, tetapi pengaruh keseluruhannya dinilai menurun. Sejumlah pengamat juga menilai ia tampak kelelahan ketika menghadapi City.
Keputusan Carrick memainkan Fernandes selama 90 menit melawan Sabah FK di Liga Champions pun kembali disorot. Menurunkan tim kuat dapat dipahami karena United baru kembali ke kompetisi elite Eropa setelah absen dua tahun. Namun, ketika mereka sudah unggul tiga gol saat jeda dan hanya memiliki tiga hari sebelum derbi, tidak menarik sang kapten meskipun lima pergantian dilakukan menimbulkan pertanyaan tentang pengelolaan menit bermain.
Fernandes kini memasuki tahun terakhir kontraknya, walaupun United memiliki opsi perpanjangan hingga musim panas 2028. Situasi ini bukan kabar mengenai kepindahan, melainkan konteks yang memperkuat kekhawatiran atas ketergantungan tim kepada satu pemain kreatif.
Pekan Penting untuk Membuktikan Kapasitas Carrick
Carrick diangkat secara permanen pada Mei dengan kontrak dua tahun setelah mencatat 12 kemenangan dalam 17 pertandingan sebagai pelatih sementara menyusul pemecatan Amorim. Banyak pihak menilai ia layak memperoleh kesempatan, tetapi ada pula pendapat yang membandingkan penunjukannya dengan Solskjaer pada 2019.
Perbandingan itu masih berupa penilaian dan bukan kesimpulan mengenai kemampuan Carrick. Kritikus akan terus mempertanyakan apakah ia termasuk pelatih level elite sampai hasil dan perkembangan permainan memberikan jawaban. Carrick sendiri mengakui empat poin dari empat laga berada di bawah ekspektasi, setelah sebelumnya menolak anggapan bahwa empat poin dari tiga pertandingan merupakan awal yang buruk.
United berikutnya menjamu Brighton di Carabao Cup pada 16 September, lalu bertandang ke Fulham empat hari kemudian. Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan segera untuk memperbaiki momentum sebelum jeda internasional selama tiga pekan. Belum ada kepanikan, tetapi kemenangan diperlukan agar pembahasan mengenai masalah di Old Trafford tidak semakin meluas.
Sumber
BBC Sport — Familiar questions for Man Utd, now Carrick must find the answers
Shop Premium Football Kits
🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com
⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com















