Kasus finansial Manchester City kini bukan hanya menyangkut hukuman terhadap satu klub. Dampaknya berpotensi menjalar ke seluruh Premier League setelah klub-klub rival mulai mencari nasihat hukum mengenai kemungkinan tuntutan kompensasi. Namun, ketidakpastian masih besar: sanksi belum diumumkan, Premier League belum mengeluarkan pernyataan resmi, dan City menegaskan proses tersebut masih berlangsung.
Gugatan kompensasi menjadi risiko baru bagi Premier League
Mantan direktur pelaksana Liverpool dan kepala eksekutif Aston Villa, Christian Purslow, memperingatkan bahwa pertarungan hukum ini dapat berkembang di luar kendali. Kekhawatirannya bertumpu pada kemungkinan klub-klub lain menghitung kerugian yang mereka anggap timbul selama sembilan musim ketika City disebut melanggar aturan.
Menurut Purslow, kerugian potensial tidak terbatas pada perebutan gelar. Setiap posisi di klasemen Premier League bernilai sekitar £3 juta, sehingga perubahan satu tingkat saja dapat menjadi dasar perhitungan finansial. Dampaknya bisa lebih besar bagi tim yang finis kelima dan gagal masuk Liga Champions, maupun klub peringkat ke-18 yang terdegradasi.
Pakar hukum sepak bola Paul Gilroy KC mengatakan empat klub sejauh ini telah mengajukan klaim protektif. Langkah tersebut belum sama dengan tuntutan kompensasi yang telah diputuskan. Klaim itu pada dasarnya mempertahankan hak klub-klub terkait untuk meminta ganti rugi apabila kesalahan City akhirnya ditetapkan melalui proses yang berlaku.
Status putusan dan banding masih menyisakan ketidakpastian
Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League. Tuduhan tersebut mencakup klaim bahwa pendapatan sponsor dari perusahaan terhubung dibesar-besarkan serta adanya pembayaran lain di luar pembukuan untuk menghindari aturan finansial sepak bola.
Meski demikian, belum ada pengumuman resmi dari Premier League dan liga menolak berkomentar. City juga tidak memberikan tanggapan langsung mengenai laporan bahwa klub telah dinyatakan bersalah. Dalam pernyataannya, klub menyebut proses Premier League masih berjalan, memiliki unsur-unsur penting yang belum diselesaikan, serta terikat kerahasiaan ketat.
BBC Sport juga mendapat informasi bahwa City akan mengajukan banding. Karena itu, laporan mengenai temuan bersalah perlu dibedakan dari hasil akhir setelah seluruh jalur hukum selesai. Hukuman pun belum ditentukan. Kemungkinan yang disebutkan mencakup pengurangan poin, pengusiran dari Premier League, atau denda dalam jumlah besar, tetapi belum satu pun dipastikan.
Proses panjang menguji kepastian kompetisi
Perkara ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. City didakwa pada Februari 2023 setelah penyelidikan selama empat tahun. Laporan terbaru muncul 1.327 hari setelah dakwaan diajukan dan 22 bulan setelah sidang komisi independen selesai.
Purslow berharap otoritas sepak bola dan City dapat mencapai penyelesaian menyeluruh yang mencakup berbagai konsekuensi perkara. Menurut pendapatnya, rangkaian klaim hukum dan ketidakpastian selama empat atau lima tahun lagi akan sangat buruk bagi sepak bola. Penilaian itu sejalan dengan pandangan Gilroy, yang menyebut kasus tersebut sebagai momen besar bagi sepak bola dunia.
Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy turut meminta penyelesaian yang cepat. Ia menilai situasi ini meresahkan pendukung, terutama suporter City, tetapi menegaskan pemerintah tidak dapat menerapkan aturan Premier League. Tanggung jawab untuk menyelesaikan perkara tetap berada pada liga.
Hukuman City diperdebatkan, tetapi belum diputuskan
Periode yang diperiksa mencakup masa kepelatihan Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, dan dua tahun pertama Pep Guardiola. Dalam rentang tersebut, City meraih delapan trofi: tiga gelar Premier League, tiga EFL Cup, satu Community Shield, dan satu FA Cup. Bahan sumber tidak menyatakan bahwa trofi-trofi itu telah dicabut.
Mantan ketua City, David Bernstein, berpendapat bahwa denda saja tidak akan memadai apabila klub tetap dinyatakan bersalah setelah banding. Ia memperkirakan hukuman yang lebih berat akan diperlukan, tetapi mengakui tidak dapat menentukan bentuk sanksinya. Pernyataan Bernstein adalah pandangan pribadi, bukan keputusan komisi atau Premier League.
Bernstein juga menyoroti kebutuhan mempercepat banding agar klub tidak terus bermain di bawah bayang-bayang perkara. Sementara itu, musisi dan pendukung City Noel Gallagher mengaku terkejut dan sedih, khususnya bagi pemain serta suporter, setelah sebelumnya klub konsisten membantah dakwaan tersebut.
Dampak kasus melampaui nasib satu klub
Tahap berikutnya akan menentukan apakah perkara ini tetap berfokus pada sanksi terhadap Manchester City atau berubah menjadi sengketa kompensasi yang melibatkan banyak klub. Sampai Premier League mengumumkan putusan dan proses banding selesai, bentuk hukuman, nilai kerugian, serta keberhasilan klaim para rival masih merupakan kemungkinan, bukan kepastian.
Bagi Premier League, tantangan terbesarnya bukan sekadar memilih sanksi. Liga juga harus menjaga kejelasan aturan dan kepastian hasil kompetisi, sambil menghadapi potensi tuntutan dari klub-klub yang merasa kehilangan pendapatan atau kesempatan olahraga selama periode yang dipersoalkan.
Sumber
BBC Sport: Manchester City charges – Legal fight could spiral out of control, says former executive
Shop Premium Football Kits
🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com
⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com















