Manchester United memasuki periode menentukan setelah keunggulan dua gol di Old Trafford berubah menjadi kekalahan 2-3 dari Brighton pada putaran ketiga Carabao Cup. Hasil tersebut bukan sekadar mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi piala, tetapi juga meruntuhkan catatan yang bertahan selama 50 tahun dan memperbesar sorotan terhadap pelatih kepala Michael Carrick.
Untuk pertama kalinya sejak 1976, United kalah dalam pertandingan kandang setelah sempat unggul 2-0. Tottenham menjadi tim terakhir yang melakukannya ketika John Pratt mencetak gol kemenangan di Old Trafford pada 4 September 1976. Sir Alex Ferguson bahkan masih menangani St Mirren pada saat itu.
Manchester United Kehilangan Keunggulan dan Kepercayaan Suporter
Kekalahan dari Brighton datang pada saat suasana di sekitar United sudah tidak tenang. Sebelum takluk dari Manchester City yang bermain dengan 10 orang pada laga sebelumnya, sebagian pendukung telah menggelar protes di dalam dan di luar stadion. Kegagalan terbaru ini kemudian memicu reaksi keras lainnya.
Banyak penonton langsung meninggalkan tribune ketika para pemain menjalani putaran apresiasi setelah pertandingan. Sebagian yang bertahan menyampaikan kekecewaan melalui siulan dan ejekan, sedangkan kelompok suporter di dekat lorong pemain mempertanyakan penampilan Carrick beserta skuadnya.
Reaksi tersebut menggambarkan persoalan yang lebih besar daripada satu hasil di Carabao Cup. United baru meraih dua kemenangan musim ini, yakni atas tim promosi Ipswich di kandang dan Sabah FK dari Azerbaijan di Liga Champions. Mereka kini telah menelan tiga kekalahan, lebih banyak daripada jumlah kekalahan Carrick dalam 17 pertandingan sejak menggantikan Ruben Amorim pada Januari.
Michael Carrick Menolak Terpengaruh Tekanan
Carrick mengakui United tidak menjalani beberapa pekan yang baik, tetapi menegaskan dirinya tidak merasa berada di bawah tekanan. Menurut mantan gelandang tersebut, pembicaraan dari luar tidak mengganggunya karena perhatian utamanya adalah kembali memenangi pertandingan dan membangun keyakinan bahwa tim bergerak ke arah yang benar.
Pernyataan itu merupakan sikap Carrick, bukan bukti bahwa situasi United telah membaik. Hasil dan penampilan tim justru memperlihatkan alasan kekhawatiran suporter. Sang pelatih melakukan delapan perubahan untuk menghadapi Brighton, tetapi susunan tersebut tidak memberikan kestabilan, terutama di lini belakang dan lini tengah.
Diogo Dalot termasuk tiga pemain yang mempertahankan tempatnya, tetapi performanya sedang menurun. Noussair Mazraoui menjadi pilihan pelapis di posisi bek kiri, kondisi yang kembali memunculkan perdebatan mengenai keputusan klub untuk tidak membeli pemain di posisi tersebut sebelum bursa transfer ditutup. Leny Yoro dan Ayden Heaven juga terlihat masih membutuhkan pengalaman, sementara lini tengah United kesulitan mengendalikan permainan.
Gol Shea Lacey Tenggelam dalam Malam Buruk United
Salah satu sisi positif bagi United datang dari Shea Lacey. Pemain akademi berusia 15 tahun itu mencetak gol pada menit kedelapan dalam penampilan pertamanya sebagai starter di tim senior. Ia menjadi remaja pertama yang mencetak gol dalam laga pertama sebagai starter untuk United sejak Marcus Rashford pada Februari 2016.
Carrick menyayangkan momen istimewa Lacey bagi keluarga, teman, dan akademi harus tenggelam di tengah hasil buruk. Ia juga menekankan pentingnya klub melindungi kesejahteraan serta mengatur tingkat paparan pemain muda. Situasi pertandingan bahkan bisa saja mengubah rencana pemberian debut senior kepada JJ Gabriel, terutama setelah Bruno Fernandes dan sejumlah pemain berpengalaman dimasukkan pada fase akhir.
Rashford sendiri kembali mampu menciptakan ancaman, tetapi belum menghasilkan gol maupun assist. Peluang terbaiknya untuk menyamakan kedudukan muncul setelah ia berlari melewati pertahanan Brighton, sebelum tembakannya digagalkan Jason Steele.
Brighton Layak Menang, Laga Fulham Jadi Penentu Arah
Pelatih Brighton Fabian Hurzeler menilai timnya semakin menguasai pertandingan seiring berjalannya waktu dan pantas meraih kemenangan. Penilaian tersebut sejalan dengan gambaran pertandingan ketika perubahan Carrick gagal menjaga kendali setelah United membangun keunggulan.
United kini hanya memiliki satu pertandingan sebelum jeda internasional, yakni bertandang ke markas Fulham pada Minggu. Laga itu berpotensi menentukan suasana di klub selama masa jeda. Carrick percaya rangkaian kemenangan dapat mengubah arah keadaan, tetapi mantan gelandang Inggris Jamie Redknapp meragukan kemampuan United untuk segera bangkit.
Redknapp berpendapat United saat ini masih jauh dari level yang dibutuhkan dan menilai persoalannya tidak hanya terletak pada pelatih, melainkan juga komposisi pemain. Itu merupakan analisis pribadi Redknapp, namun tekanan terhadap Carrick memang akan meningkat apabila United kembali memperoleh hasil buruk. Setelah rekor setengah abad runtuh, kemenangan atas Fulham kini dibutuhkan bukan hanya untuk klasemen, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan di seluruh klub.
Sumber
BBC Sport: Man Utd 2-3 Brighton—Michael Carrick “not bothered” by pressure after loss
Shop Premium Football Kits
🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com
⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com















