Mauricio Pochettino membuka kembali perdebatan mengenai gelar Premier League 2016-17 dengan menyatakan bahwa trofi Chelsea semestinya dialihkan kepada Tottenham Hotspur. Mantan pelatih Spurs itu mengaitkan tuntutannya dengan hukuman atas pelanggaran historis Chelsea, tetapi keputusan resmi liga sejauh ini tidak mencabut gelar maupun menerapkan pengurangan poin.
Mengapa Pochettino Menganggap Tottenham Berhak Menjadi Juara?
Tottenham menempati posisi kedua pada musim 2016-17, tertinggal tujuh poin dari Chelsea yang saat itu dilatih Antonio Conte. Bagi Pochettino, hasil akhir tersebut kini perlu dipandang kembali setelah Chelsea mengakui adanya pembayaran rahasia terkait aktivitas transfer pada periode sebelumnya.
Pelatih asal Argentina itu berpendapat Tottenham dan Chelsea tidak memulai persaingan dengan kondisi regulasi yang setara. Menurut pandangannya, apabila sebuah klub juara mengakui pelanggaran aturan, tim yang finis sebagai runner-up seharusnya menerima gelar tersebut. Ini merupakan pendapat Pochettino, bukan keputusan Premier League maupun perubahan resmi pada klasemen musim 2016-17.
Pochettino juga mengemukakan kemungkinan bahwa Spurs bisa membangun skuad lebih kuat apabila beroperasi dengan peluang yang sama. Tambahan pemain, menurut argumentasinya, mungkin membantu Tottenham mencetak lebih banyak gol atau meningkatkan kualitas tim. Namun, bagian ini tetap bersifat hipotesis dan tidak membuktikan bahwa hasil kompetisi pasti akan berbeda.
Pelanggaran Chelsea dan Hukuman yang Dijatuhkan
Chelsea didenda total £10,75 juta pada Maret setelah didakwa Premier League terkait pelanggaran historis terhadap peraturan kompetisi. Klub tersebut juga sempat menerima pengurangan enam poin, tetapi sanksi itu kemudian “dikesampingkan” dalam proses banding.
Kasus ini bermula setelah pemilik Chelsea, Todd Boehly dan Clearlake Capital, melaporkan sendiri 74 pelanggaran aturan Football Association ketika mengakuisisi klub pada 2022. Chelsea mengakui adanya pembayaran rahasia senilai £47 juta kepada agen yang tidak terdaftar serta pihak ketiga dalam urusan transfer antara 2011 dan 2018.
Penyelidikan Premier League menemukan bahwa pembayaran oleh pihak ketiga yang terkait dengan Chelsea diberikan kepada pemain, agen tidak terdaftar, dan pihak lain tanpa dilaporkan kepada otoritas regulator pada waktunya. Sejumlah transfer disebut dalam laporan, termasuk yang melibatkan Eden Hazard, Samuel Eto’o, Willian, Ramires, David Luiz, Andre Schurrle, dan Nemanja Matic.
Tidak ada tuduhan bahwa para pemain tersebut melakukan kesalahan. Hazard, Willian, Matic, dan David Luiz merupakan bagian dari Chelsea pada musim perebutan gelar 2016-17, tetapi penyebutan nama mereka dalam laporan tidak boleh diartikan sebagai keterlibatan dalam pelanggaran.
Alasan Premier League Tidak Mengurangi Poin Chelsea
Premier League melakukan sejumlah penghitungan ulang terhadap laporan keuangan historis Chelsea dengan memasukkan pembayaran yang sebelumnya tidak diungkapkan. Hasil penilaiannya menyimpulkan bahwa klub tetap tidak akan melanggar aturan profitabilitas dan keberlanjutan apabila pembayaran tersebut telah dicatat sejak awal.
Atas dasar itulah liga menilai pengurangan poin bukan hukuman yang tepat. Denda sebesar £10 juta untuk perkara tersebut sejatinya dapat mencapai £20 juta, tetapi dipotong 50 persen karena Chelsea secara proaktif melaporkan masalah dan bekerja sama selama proses pemeriksaan.
Denda tambahan £750.000 berkaitan dengan registrasi pemain akademi antara 2019 dan 2022. Dalam perkara terpisah itu, Chelsea juga dijatuhi larangan transfer akademi selama sembilan bulan yang berlaku langsung.
Chelsea menyatakan telah menangani persoalan tersebut dengan sangat serius dan memberikan kerja sama penuh kepada regulator terkait. Posisi klub itu menjadi konteks penting karena kasusnya terungkap melalui pelaporan oleh kepemilikan baru, sementara bentuk sanksi akhirnya ditentukan melalui pemeriksaan dan proses regulasi.
Warisan Era Pochettino di Tottenham Kembali Diperdebatkan
Pochettino menangani Tottenham dari 2014 hingga 2019. Pencapaian liga terbaiknya adalah menjadi runner-up di belakang Chelsea pada 2017, sedangkan pada tahun yang sama Spurs juga kalah 4-2 dari The Blues pada semifinal Piala FA.
Selama lima tahun bersama Tottenham, Pochettino tidak memenangkan trofi, meskipun berhasil membawa klub ke final Liga Champions 2019. Ia kemudian pernah menangani Chelsea pada musim 2023-24 dan kini menjadi pelatih tim nasional Amerika Serikat.
Latar belakang tersebut membuat pernyataannya memiliki bobot emosional sekaligus historis. Pengalihan gelar akan mengubah penilaian terhadap salah satu periode terbaik Tottenham di era Premier League dan memberikan trofi kepada tim Pochettino. Meski demikian, fakta yang berlaku tetap bahwa Chelsea tercatat sebagai juara 2016-17, sementara seruan agar Tottenham dianugerahi gelar adalah tuntutan pribadi sang mantan pelatih.
Gelar 2016-17 Belum Berubah Tangan
Pernyataan Pochettino menyoroti perbedaan antara hukuman finansial dan konsekuensi olahraga. Ia menilai pengakuan pelanggaran cukup menjadi dasar untuk menyerahkan gelar kepada peringkat kedua, sedangkan Premier League menyimpulkan pengurangan poin tidak proporsional berdasarkan hasil penghitungan finansialnya.
Karena tidak ada keputusan resmi yang mencabut gelar Chelsea, Tottenham belum dapat disebut sebagai juara Premier League 2016-17. Untuk saat ini, kontroversi tersebut merupakan perdebatan mengenai keadilan kompetitif dan bentuk sanksi, bukan perubahan sah atas daftar juara.
Sumber
Shop Premium Football Kits
🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com
⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com















