Arsenal memasuki bursa transfer musim panas dengan modal gelar Liga Inggris dan daftar incaran berisi lebih dari 20 pemain. Ambisinya jelas: memanfaatkan masa transisi para pesaing untuk memperkuat posisi sebagai juara. Namun, setelah merekrut pemain berpengalaman di lini tengah dan pertahanan, The Gunners justru menutup jendela transfer tanpa penyerang elite yang menjadi salah satu kebutuhan utama mereka.
Operasi transfer tersebut memperlihatkan dua sisi berbeda. Bruno Guimaraes dan Ezri Konsa menawarkan kualitas yang telah teruji di Premier League, sedangkan Christos Tzolis muncul sebagai tambahan menjanjikan. Di sisi lain, kegagalan mendapatkan Morgan Rogers, Vinicius Junior, dan Julian Alvarez membuat lini serang tetap menjadi sumber kekhawatiran, terlebih setelah Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard pergi.
Bruno Guimaraes Menjadi Rekrutan Utama Arsenal
Transfer Guimaraes dari Newcastle United senilai £75 juta menjadi langkah paling menonjol Arsenal. Pada awal musim panas, gelandang Brasil itu bukan satu-satunya opsi. Klub juga menjajaki Elliot Anderson, Sandro Tonali, Alex Scott, dan Amadou Onana.
Berbagai keadaan kemudian mempersempit pilihan. Anderson bergabung dengan Manchester City, sementara Tonali pindah ke Tottenham Hotspur dengan biaya minimum £92 juta. Onana mengalami cedera lutut serius di Piala Dunia. Pada pertengahan Juni, Guimaraes pun berkembang menjadi fokus utama setelah memperoleh dukungan luas di internal klub.
Direktur olahraga Andrea Berta memanfaatkan hubungannya dengan perwakilan sang pemain untuk membantu proses transfer. Langkah itu sejalan dengan keinginan Mikel Arteta menghadirkan pemain matang yang mampu langsung meningkatkan kualitas tim utama, bukan sekadar menambah kedalaman skuad.
Ezri Konsa Menjawab Kebutuhan Arteta di Pertahanan
Arsenal juga mengamankan Konsa dari Aston Villa dengan nilai £51 juta ditambah £4 juta dalam bonus. Tawaran awal senilai £40 juta sempat ditolak sebelum kesepakatan akhirnya tercapai. Konsa dipandang sebagai pilihan pertama Arteta karena pengalaman Premier League dan kemampuannya bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan.
Jika negosiasi itu gagal, Arsenal disebut telah mengidentifikasi Cristian Romero dan Micky van de Ven sebagai alternatif. Akan tetapi, Tottenham tidak bersedia menjual pemain kepada rival London utara mereka. Jacobo Ramon dari Como tetap masuk pemantauan, sedangkan Tarik Muharemovic akhirnya bergabung dengan Leeds United.
Guimaraes dan Konsa menghadirkan kualitas serta pengalaman level atas, tetapi total biaya £126 juta untuk dua pemain yang akan berusia 30 tahun pada akhir musim depan memicu pertanyaan tentang regenerasi. Itu bukan bukti bahwa transfer mereka keliru, melainkan risiko jangka panjang yang harus dikelola Arsenal.
Perburuan Penyerang Elite Berakhir Tanpa Hasil
Kegagalan terbesar Arsenal terjadi dalam pencarian penyerang sisi kiri berkelas elite. Rogers merupakan sasaran utama pada awal jendela. Arsenal menilainya £80 juta ketika Villa semula dipahami memasang harga £100 juta. Setelah kepindahan Anderson dari Nottingham Forest ke Manchester City senilai £116 juta, Villa menaikkan valuasi Rogers menjadi £120 juta.
Chelsea kemudian merekrut Rogers dengan biaya £117 juta. Arsenal memperoleh kesempatan untuk menyamai tawaran tersebut, tetapi menolak karena tetap menganggap £80 juta sebagai harga yang wajar. Situasi itu memunculkan pertanyaan—bukan kepastian—apakah pendekatan yang lebih cepat dapat menghasilkan akhir berbeda.
Arsenal juga benar-benar menilai transfer Vinicius Junior sebagai peluang realistis dan siap membiayai kesepakatan besar. Namun, pemain Brasil itu memilih menandatangani kontrak baru berdurasi enam tahun di Real Madrid. Sejumlah sumber bahkan menduga ketertarikan Arsenal mungkin dimanfaatkan dalam proses negosiasi kontraknya, tetapi hal tersebut tetap berupa kekhawatiran, bukan fakta yang telah dibuktikan.
Pengejaran terhadap Alvarez juga tidak berhasil. Penyerang Atletico Madrid itu hanya menunjukkan sedikit tanda ingin pindah ke Arsenal dan disebut lebih memilih Barcelona. Atletico menolak menjualnya ke klub Catalan tersebut, sehingga Berta dan Arteta tetap berharap Alvarez berubah pikiran sampai mendekati penutupan bursa. Sang pemain akhirnya bertahan.
Penjualan Pemain Membantu Keuangan, Risiko Tetap Ada
Di tengah kegagalan merekrut bintang depan, Arsenal mencatat hasil positif melalui Tzolis. Pemain Yunani berusia 24 tahun itu datang dari Club Brugge dalam kesepakatan sekitar £35 juta dan memberi dampak awal yang menjanjikan. Klub juga mempermanenkan peminjaman Piero Hincapie serta merekrut Illan Meslier secara bebas transfer.
Dari sisi penjualan, kepindahan Martinelli ke Al-Hilal senilai £60 juta menjadi rekor penjualan klub dan turut menyertakan klausul penjualan kembali. Kepergian Martinelli, Trossard, Gabriel Jesus, Christian Norgaard, Jakub Kiwior, Fabio Vieira, dan Karl Hein menghasilkan sekitar £114 juta. Ethan Nwaneri tetap dipertahankan secara permanen, meski dipinjamkan semusim ke Borussia Dortmund dengan opsi pemanggilan kembali pada Januari.
Kesimpulannya, bursa Arsenal bukan kegagalan total. Guimaraes, Konsa, dan Tzolis memperbaiki skuad, sementara penjualan pemain mendukung target keberlanjutan finansial. Namun, setelah menghabiskan hampir £450 juta dalam 12 bulan, absennya penyerang kelas dunia tetap menjadi taruhan penting. Keberhasilan musim mereka dapat ditentukan oleh apakah kualitas yang sudah tersedia cukup untuk menutupi hilangnya Martinelli dan Trossard.
Sumber
BBC Sport — Arsenal had more than 20 players on shortlist to capitalise on title win
Shop Premium Football Kits
🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com
⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com















