Image

Celtic dan Rangers Dihukum Tanpa Penonton di Scottish Cup Setelah Kerusuhan Old Firm

Celtic dan Rangers menerima hukuman tegas menyusul kerusuhan suporter dalam perempat final Scottish Cup musim lalu. Kedua klub diperintahkan memainkan pertandingan kandang berikutnya di kompetisi tersebut tanpa penonton. Sanksi ini menandai perubahan penting dalam penanganan gangguan massa di sepak bola Skotlandia, setelah denda dan pengurangan alokasi tiket dinilai belum cukup untuk mengatasi masalah yang terus berkembang.

Celtic dan Rangers Kena Sanksi Stadion Tertutup

Hukuman berlaku untuk pertandingan kandang Scottish Cup berikutnya yang dijalani masing-masing klub. Celtic dan Rangers juga diwajibkan membayar £100.000 kepada tim yang menjadi lawan mereka dalam laga tersebut. Dengan demikian, dampak sanksi tidak hanya menyentuh atmosfer pertandingan, tetapi juga keuangan kedua klub.

Sanksi itu diperkirakan mulai berlaku ketika Celtic dan Rangers memasuki Scottish Cup musim ini pada putaran keempat, yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Januari. Namun, penerapannya sebagai pertandingan kandang tetap bergantung pada hasil undian yang mempertemukan mereka dengan lawan masing-masing.

Ancaman hukuman tambahan juga telah disiapkan. Celtic atau Rangers dapat diperintahkan menjalani satu lagi pertandingan kandang tanpa suporter apabila terjadi insiden baru yang melibatkan pendukung mereka dalam kategori “perilaku tidak dapat diterima” di pertandingan Scottish Cup. Ketentuan tersebut membuat pengawasan terhadap perilaku suporter akan terus berlanjut setelah sanksi pertama dijalankan.

Celtic dan Rangers Dihukum Tanpa Penonton di Scottish Cup Setelah Kerusuhan Old Firm
Sumber foto: BBC Sport

Kerusuhan Pecah Seusai Adu Penalti Old Firm

Kasus ini berawal dari perempat final Scottish Cup di Ibrox pada Maret lalu. Celtic memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan Rangers melalui adu penalti. Seusai pertandingan, pendukung kedua klub memasuki lapangan dan situasi berkembang menjadi gangguan serius.

Dalam rangkaian kejadian tersebut, suporter melempar kembang api serta benda-benda lain. Sejumlah petugas polisi mengalami cedera dan beberapa orang ditangkap. Polisi juga harus membentuk barikade di lapangan untuk memisahkan kelompok pendukung dari kedua kubu Old Firm.

Peristiwa itu kemudian menjadi subjek penyelidikan independen. Laporan yang dipublikasikan bulan lalu menyimpulkan bahwa insiden tersebut hanya berada dalam “selisih yang sangat kecil” dari kemungkinan berubah menjadi konfrontasi massal yang penuh kekerasan. Kesimpulan ini menunjukkan betapa dekatnya situasi saat itu dengan eskalasi yang jauh lebih berbahaya.

Panel Independen Menemukan Kegagalan Kedua Klub

Celtic dan Rangers memberikan keterangan kepada panel yudisial independen setelah didakwa berdasarkan aturan disiplin nomor 37 milik Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA). Aturan itu mencakup perilaku yang dianggap tidak dapat diterima dalam pertandingan.

Peninjauan independen yang dipimpin Mark Blackbourne mengidentifikasi kegagalan dari kedua klub dalam kaitannya dengan insiden tersebut. Laporan itu juga mengkritik SFA karena sebelumnya tidak mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap gangguan penonton.

Karena temuan mencakup tanggung jawab lebih dari satu pihak, hukuman kali ini tidak dapat dibaca semata-mata sebagai tindakan terhadap basis suporter Celtic dan Rangers. Berdasarkan fakta dalam laporan, badan pengelola pun mendapat sorotan mengenai cara masalah keamanan serta ketertiban pertandingan ditangani selama ini.

Hukuman Old Firm Menjadi Sinyal Perubahan SFA

Dalam beberapa tahun terakhir, SFA dan Liga Sepak Bola Profesional Skotlandia (SPFL) umumnya menjatuhkan denda atau, pada kesempatan tertentu, mengurangi alokasi tiket untuk pelanggaran seperti penggunaan piroteknik. Perintah menutup stadion bagi seluruh penonton pada laga kandang menunjukkan tingkat hukuman yang lebih berat.

Fakta bahwa lawan Celtic dan Rangers juga akan menerima pembayaran £100.000 memperlihatkan adanya upaya untuk memperhitungkan konsekuensi ekonomi dari pertandingan tanpa penonton. Laga yang seharusnya menghadirkan pemasukan dan atmosfer besar berubah menjadi pertandingan tertutup akibat perilaku pada pertemuan sebelumnya.

Penilaian bahwa keputusan ini merupakan perubahan arah kebijakan didukung oleh beratnya sanksi dibandingkan langkah-langkah yang lazim digunakan sebelumnya. Meski demikian, apakah hukuman tersebut efektif mencegah insiden serupa masih merupakan pertanyaan terbuka, bukan fakta yang telah terbukti. Celtic dan Rangers diketahui membela posisi masing-masing, sementara SFA berharap keputusan panel mengirim pesan jelas bahwa perilaku semacam itu tidak lagi ditoleransi.

Bagi kedua klub, tantangan berikutnya bukan sekadar menjalani satu laga tanpa dukungan langsung dari tribun. Mereka juga menghadapi ancaman pertandingan tertutup kedua apabila pendukung kembali melakukan pelanggaran di Scottish Cup. Karena itu, sanksi Old Firm ini berpotensi menjadi ujian penting bagi strategi keamanan klub, pengelolaan suporter, dan ketegasan otoritas sepak bola Skotlandia.

Sumber

BBC Sport: Stadium closures for Old Firm after fan disorder

Shop Premium Football Kits

🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com

⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com

Releated Posts

Gianni Infantino Makin Tertekan, Masa Depannya sebagai Presiden FIFA Mulai Dipertanyakan

Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA sedang berada dalam tekanan besar. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu figur…

ByByFooty Fanatics Agu 8, 2026

Argentina Kalahkan Swiss 3-1, Gol Spektakuler Julian Alvarez Bawa La Albiceleste ke Semifinal Piala Dunia 2026

Argentina memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 dalam laga perempat…

ByByFooty Fanatics Jul 12, 2026

5 Team Sepak Bola Terbaik di Dunia 2026

Halo pecinta sepak bola dimanapun kalian berada. Pastinya kamu memiliki team sepak bola yang kamu idolakan hingga kini.…

ByByFooty Fanatics Nov 21, 2025

Celtic Kagetkan Fans: Rodgers Mundur, O’Neill Kembali

Glasgow, Skotlandia — Drama besar kembali menghantam Celtic Park. Brendan Rodgers resmi mengundurkan diri sebagai manajer Celtic dengan…

ByByFooty Fanatics Okt 28, 2025

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *