Glasgow, Skotlandia — Drama besar kembali menghantam Celtic Park. Brendan Rodgers resmi mengundurkan diri sebagai manajer Celtic dengan efek langsung, setelah dituduh bersikap “memecah belah, menyesatkan, dan egois” oleh pemegang saham utama klub, Dermot Desmond.
Sebagai langkah cepat, Martin O’Neill, sosok legendaris yang pernah membawa Celtic ke masa kejayaan awal 2000-an, ditunjuk sebagai pelatih sementara — dua dekade setelah meninggalkan klub. Ia akan dibantu oleh mantan pemain Celtic, Shaun Maloney.
Akhir yang Mengejutkan untuk Rodgers
Kepergian Rodgers datang hanya beberapa jam setelah kekalahan 3-1 dari Hearts di Tynecastle, hasil yang membuat Celtic tertinggal delapan poin di belakang sang pemuncak klasemen.
Meski musim ini sudah dipenuhi kekecewaan di kompetisi Eropa dan drama di bursa transfer, tidak banyak yang menduga Rodgers akan benar-benar meninggalkan klub secepat ini.
Dalam pernyataan resmi klub yang dirilis pukul 21:44 GMT, Celtic mengonfirmasi pengunduran diri Rodgers dan berterima kasih atas kontribusinya dalam dua periode kepelatihannya. Tak lama kemudian, Desmond menambah panas suasana dengan surat terbuka yang menuding Rodgers telah menciptakan “atmosfer toksik” di dalam klub.
Tuduhan Balas Tuduhan
Rodgers sebelumnya menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima tawaran perpanjangan kontrak dari klub. Namun, Desmond membantah keras hal tersebut.
Menurut sang miliarder Irlandia itu, Celtic justru sudah menyiapkan tawaran baru sebagai bentuk “komitmen jangka panjang dan dukungan penuh” terhadap Rodgers. Ia juga menuduh sang pelatih membuat pernyataan menyesatkan soal transfer pemain dan dukungan klub.
“Setiap pemain yang datang atau pergi dilakukan dengan persetujuan penuh Rodgers,” tulis Desmond. “Pernyataannya tentang transfer benar-benar di luar dugaan. Selama ini, ia punya kendali penuh atas urusan sepak bola.”
Desmond menutup suratnya dengan sindiran tajam:
“Yang gagal bukanlah struktur klub, melainkan keinginan satu individu untuk menyelamatkan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain.”
O’Neill Kembali: Nostalgia dan Tantangan Baru
Penunjukan Martin O’Neill di usia 73 tahun menjadi kejutan besar. Mantan manajer tim nasional Republik Irlandia itu terakhir kali menangani klub pada 2019 bersama Nottingham Forest.
Uniknya, hanya beberapa jam sebelum kabar ini pecah, O’Neill sempat berbicara di TalkSport tentang peluang Hearts mematahkan dominasi “Old Firm”.
“Hearts bermain dengan determinasi luar biasa. Saat ini mereka lebih kuat, dan Celtic tak lagi terlihat tak terkalahkan,” kata O’Neill kala itu.
Kini, pria yang membawa Celtic menjuarai tiga gelar liga dan mencapai final Piala UEFA pada 2003 itu akan kembali memimpin tim lamanya — kali ini dalam suasana yang jauh berbeda.
Tantangan Besar Menanti di Celtic Park
Bagi para fans, kembalinya O’Neill adalah kombinasi antara nostalgia dan harapan. Namun, tekanan besar menanti di depan. Celtic butuh lebih dari sekadar semangat lama untuk mengejar Hearts di papan atas dan memulihkan harmoni di ruang ganti.
Dengan Maloney di sisi lapangan dan sorotan tajam dari publik Skotlandia, semua mata kini tertuju pada bagaimana duet ini mengembalikan kejayaan The Bhoys.














