Image

Inggris Kalah 3-2 dari Spanyol: Kekacauan Belum Bisa Menggantikan Kontrol

Inggris memperoleh gambaran tegas mengenai jarak yang masih harus mereka tempuh setelah kalah 3-2 dari Spanyol dalam laga Nations League di Wembley. Pasukan Thomas Tuchel mampu membalas awal yang buruk, bahkan sempat unggul sebelum jeda. Namun, kesalahan individu, pertahanan yang mudah ditembus, dan kegagalan penalti Harry Kane akhirnya membuat keberanian mereka tidak menghasilkan kemenangan.

Pertandingan ini menjadi langkah awal Inggris untuk bangkit dari kekecewaan akibat kekalahan pada semifinal Piala Dunia melawan Argentina. Tuchel sebelumnya berbicara tentang perlunya “merangkul kekacauan”. Melawan juara dunia sekaligus juara Eropa, pendekatan itu memang melahirkan sejumlah momen menjanjikan. Meski demikian, Spanyol menunjukkan bahwa kontrol dan ketepatan teknis tetap lebih menentukan di level tertinggi.

Kesalahan Awal Membuka Jalan bagi Spanyol

Inggris langsung berada dalam tekanan setelah Marc Guehi kehilangan kendali ketika mencoba berputar membawa bola. Kesalahan tersebut dimanfaatkan Lamine Yamal untuk membuka skor saat laga belum genap berjalan dua menit. Spanyol kemudian mendapatkan beberapa kesempatan untuk memperbesar keunggulan.

Ferran Torres sempat mencetak gol yang dianulir karena offside. Ia juga digagalkan penyelamatan bagus James Trafford dan melepaskan tembakan melebar ketika sudah berhadapan dengan ruang terbuka. Berdasarkan rangkaian peluang itu, Spanyol bisa saja membangun keunggulan jauh lebih nyaman sebelum Inggris berhasil merespons.

Inggris pada awalnya mencoba mengikuti pola operan lawan, tetapi tidak mampu menjalankannya dengan kualitas yang sama. Permainan mereka membaik setelah lebih mengandalkan kekuatan, kecepatan, dan tekanan agresif. Perubahan itu menghidupkan Wembley sekaligus menggeser momentum pertandingan.

Inggris Kalah 3-2 dari Spanyol: Kekacauan Belum Bisa Menggantikan Kontrol
Sumber foto: BBC Sport

Anthony Gordon dan Jude Bellingham Mengangkat Inggris

Anthony Gordon menjadi pemain paling menonjol bagi tuan rumah. Penyerang Barcelona tersebut menyamakan kedudukan melalui penyelesaian yang tenang. Harry Kane kemudian membawa Inggris berbalik unggul sebelum turun minum lewat sundulan yang berubah arah setelah mengenai pemain lain.

Gordon tampil eksplosif, sedangkan Jude Bellingham terus mendorong permainan ke depan meskipun timnya akhirnya kalah. Menariknya, dua pemain terbaik Inggris malam itu sama-sama bermain di Spanyol: Gordon bersama Barcelona dan Bellingham di Real Madrid.

Menurut Tuchel, Inggris berani menerapkan penjagaan satu lawan satu dan mencatat banyak perebutan bola di area pertahanan Spanyol. Sang pelatih juga menilai struktur serangan timnya cukup jelas, termasuk upaya memindahkan arah permainan serta mendorong para bek sayap naik. Itu merupakan penilaian Tuchel terhadap performa timnya, bukan bukti bahwa Inggris menguasai pertandingan sepenuhnya.

Penalti Kane Menjadi Titik Balik

Peluang Inggris untuk memperbesar keunggulan datang tidak lama setelah babak kedua dimulai. Kane terpeleset ketika mengambil penalti, menyentuh bola dua kali, dan tembakannya mengenai mistar. Kegagalan tersebut menjadi titik balik penting, walaupun bukan satu-satunya penyebab kekalahan.

Inggris kembali dihukum karena kehilangan bola. Nico O’Reilly menyerahkan penguasaan dalam proses terciptanya gol penyeimbang Alex Baena. Setelah itu, Mikel Oyarzabal memastikan kemenangan Spanyol pada menit ke-74. Oyarzabal sebelumnya juga mencetak gol penentu ketika Spanyol mengalahkan Inggris pada final Euro 2024 di Berlin.

Lini belakang menjadi sumber kekhawatiran terbesar. Guehi dan O’Reilly menjalani malam yang sulit, sementara Jarell Quansah tampak tidak nyaman sebagai bek kanan setelah dipilih di depan Trent Alexander-Arnold yang kembali dipanggil. Quansah memang bukan bek kanan alami, dan ketidakpastian dalam permainannya terlihat sepanjang laga.

Masalah Pertahanan Inggris Belum Selesai

Inggris kini telah kebobolan 13 gol dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Angka itu berbanding tajam dengan tujuh gol yang mereka terima dalam 17 laga pertama di bawah Tuchel. Trafford tidak layak menjadi sasaran utama kritik. Kiper yang mendapat kesempatan bermain dalam dua pertandingan sebelum Jordan Pickford kembali itu justru melakukan penyelamatan penting dan meninggalkan kesan positif.

Tuchel berpendapat tidak ada jurang besar antara kedua tim selain kualitas eksekusi teknis di 20 meter terakhir. Penilaian tersebut dapat diperdebatkan karena Spanyol membuang sejumlah peluang bersih pada babak pertama. Fakta yang tidak terbantahkan adalah tim tamu lebih tenang saat pertandingan memasuki fase-fase menentukan dan memperpanjang catatan tidak terkalahkan menjadi 39 pertandingan.

Kane menilai Inggris telah melewati periode permainan yang termasuk terbaik dalam waktu lama dan mampu bertarung seimbang dengan juara dunia serta juara Eropa. Pernyataan itu mencerminkan keyakinan kapten Inggris, tetapi hasil akhirnya tetap memperlihatkan persoalan lama: performa bagus dalam beberapa fase belum cukup jika tidak disertai konsistensi selama 90 menit.

Setidaknya Inggris tidak mundur setelah mengalami kesulitan. Mereka berani menekan dan menciptakan ancaman, berbeda dari kesan pasif ketika kalah dari Argentina. Namun, kekalahan ini juga memperjelas pelajaran bagi Tuchel. Kekacauan dapat menjadi senjata untuk mengganggu lawan, tetapi tanpa kontrol, disiplin bertahan, dan eksekusi yang tepat, pendekatan tersebut belum bisa membawa Inggris meraih hadiah terbesar.

Sumber

BBC Sport – England embrace chaos, but Spain show it never claims big prizes

Shop Premium Football Kits

🔥 Shop premium football kits at fanaticfootykit.com

⚡ Grab yours now at footyfanaticshop.com

Releated Posts

Morgan Gibbs-White Diproyeksikan Gantikan Cole Palmer di Skuad Inggris

Morgan Gibbs-White diperkirakan kembali ke skuad Inggris setelah Cole Palmer bersiap mundur karena cedera ringan menjelang empat pertandingan…

Trent Alexander-Arnold dan Cole Palmer Kembali, Tuchel Buka Persaingan di Timnas Inggris

Thomas Tuchel memanggil kembali Trent Alexander-Arnold dan Cole Palmer ke skuad Inggris untuk Nations League, tetapi menegaskan bahwa…

Skuad Baru Skotlandia: Oli McBurnie Kembali, Tujuh Pemain Menanti Debut

Sebastien Pocognoli memulai regenerasi Skotlandia dengan memanggil kembali Oli McBurnie dan membuka peluang debut bagi tujuh pemain menjelang…

Celtic dan Rangers Dihukum Tanpa Penonton di Scottish Cup Setelah Kerusuhan Old Firm

Celtic dan Rangers harus menjalani pertandingan kandang Scottish Cup berikutnya tanpa penonton serta membayar £100.000 kepada lawan mereka…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *